Berita

STIKES Mandala Waluya Kdi, Tuan Rumah “Temu Ilmiah” Se- PTS Sultra

Sambutan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)
Prof Dr H.Jasruddin, M.Si

STIKES Mandala Waluya Kendari dipercaya jadi tuan rumah Kegiatan Temu Ilmiah
Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX
Sulawesi berlangsung di aula Lantai III kampus STIKES Mandala Waluya Kendari, Kamis
(20/9/2018). Dihadiri oleh para Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se- Sultra
Ketua panitia kegiatan Temu Ilmiah Drs. Andi Lukman, M.Si melaporkan kegiatan Temu Ilmiah
ini bertema “Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi Swasta dan Penguatan Reformasi Birokrasi”
peserta undangan kegiatan ini sebanyak 30 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), telah hadir sekitar
46 orang peserta ini terdiri dari setiap PTS diwakili 2 orang yakni 1 unsur yayasan dan 1 unsur
pengelola sekitar 46 orang.
Ketua STIKES Mandala Waluya Dr. PH. Hj. Tasnim.,SKM.,MPH,menyampaikan selamat
datang kepada peserta perwakilan PTS se-Sultra.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr H
Jasruddin, M.Si dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan tujuan temu
ilmiah ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang peraturan pemerintah yang berlaku yang
berkaitan dengan statuta, dalam undang undang semua perguruan tinggi wajib memiliki statuta.
isi statuta memang perlu hati- hati karena dapat memuat dua hal yang bisa saja berbeda yaitu
yang pertama perundangan-undangan yang berlaku dan kedua peraturan anggaran dasar rumah
tangga (ADRT) Yayasan, namun demikian dalam statuta Perguruan Tinggi Swasta selain
memperhatikan peraturan pemerintah juga harus sinkron dengan peraturan anggaran dasar rumah
tangga (ADRT) Yayasan tetapi jika ada yang bertentangan “mohon maaf “ yang diikuti harus
peraturan pemerintah ,”ujar Prof Jas.
Pemerintah sekarang lagi gempar men-sosialisasikan reformasi birokrasi di Indonesia mengapa
demikian , karena juga diatur dalam undang-undang dan ada dua hal yang pokok dalam
reformasi birokrasi yang pertama adalah reformasi kelembagaan dan kedua peningkatan sumber
daya manusia oleh sebab itu maka struktur organisasi kelembagaan harus bisa mengembangkan
sumber daya manusia disisi lain harus bisa menunjang terselenggaranya tata kelola perguruan
tinggi karena keduanya sangat erat kaitannya dengan statuta yang isinya tentang peraturan
akademik,aktifitas akademik dan proses akademik yang bertujuan melahirkan sumber daya
manusia yang dimiliki ,”tegas Prof Jas.(Bromo.ka)

Share this Post: